
TRIK ENd TIPS MENINGKATKAN MINAT BACA
Pebruari26 2009
Buku merupakan gudang ilmu, itu kata pepatah jaman dulu, walaupun jaman sekarangpun masih dipakai. Tapi gimana kita bisa dapat ilmu dari gudang itu kalau kita nggak bisa buka gudangnya dan nggak punya kuncinya. Percuma aja kan punya gudang yang berguna, tapi kitanya nggak tertarik bahkan nggak sadar-sadar kalau kita tuh punya gudang yang bermanfaat.
Sebenernya, baca itu nggak ada repot atau susahnya. Soalnya dari kita-kita pada masih kecil, mungil dan imut-imut hal yang kita pelajari pertama di sekolah itu membaca dulu kan?. Yang tentunya dengan mengenal huruf abjad satu persatu. Bahkan kita belajar mengenal huruf dan membaca sebelum kita belajar ilmu yang lain. Jadi kalau emang udah dari kecil dulunya kita udah belajar baca, masa’ udah gede gini kita males-malesan kalau disuruh baca.
Kan sayang tenaga kita yang dulu belajar baca mulai dari A, B, C, D dst, sampekita bisa ngeja dan baca yang bener nggak dipakai lagi sekarang. Tahu-tahu begitu mau baca, yang dibaca buku-buku atau tulisan yang nggak bermanfaat sama sekali, kan sayang banget tuh friends!.
Terus gimana dong caranya biar kita punya minat sama yang namanya membaca?. Soalnya kalau dipikir-pikir lagi, baca itu penting banget! (bener kan?). kali ini ada beberapa trik andt ips yang insyaalloh bisa nyiasatin kita buat punya minat dan hobi sama yang namanya baca, paling nggak bisa bikin kita buat nyoba baca (insyaalloh!).
1. Niat.
Emang yang pertama-tama kita butuhin buat baca itu adalah niat, tapi bukan cuma buat baca sih, bukannya untuk ngelakuin segala sesuatu itu kita harus punya niat dulu. Tapi jangan cuma niat-niatan aja, memang niat melakuakn hal yang baik itu udah dapat pahala, tapi kenapa nggak sekalian aja, niat aja dapat pahala, apalagi ngelakuinnya. Jadi selain dapat pahala kita juga dapat ilmu. Sambil menyelam minum air atau Sekali mendayung, dua, tiga pulau terlampaui.
2. Jangan takut buat mencoba.
Semua dari kita-kita nih tahu, yang namanya ngawalin sesuatu pekerjaan itu susahnya minta ampun. Kayak kalau kita mau ngawalin sholat malem tuh, susahnya juga minta ampun. Alasan yang ngantuk lah, takutlah, maleslah ataupun besok ajalah. Tapi kalau kita udah bisa ngalahin awal yang susah itu, insyaalloh selanjutnya kita jadi udah terbiasa kan?. Sama aja sama ngawalin suatu kegiatan yang namanya membaca. Susah memang. Ujung-ujungnya kita takut buat mencoba, karena takutnya kita nggak bakal bisa berhasil. Padahal dalam membaca nggak ada hal yang perlu kita takutin kan ? Kalau cuma takut nggak ngerti, atau khawatir nggak jelas dengan maksud dari apa yang kita baca, itu sih tergantung kitanya masing-masing. Seumpama kita nggak ngerti dengan yang dimaksud dalam wacana itu, kita bisa tanya ke temen, sodara, orang tua atau siapapun yang saat itu ada di sebelah atau di deket kita. Dan jangan malu, soalnya ada pepatah kan malu bertanya sesat di jalan, walaupun ada juga yang bilang “banyak bertanya malu-maluin (maaf bercanda, he he he). Jadi nggak usah malu kalau mau tanya. Daripada nantinya kita bakal lebih malu lagi kalau pas kita diajak ngomong perihal yang kita baca itu, tapi kita nggak ngerti tapi pura-pura ngerti, ya kalau nggak ketahuan. Nah, kalau pas apesnya kita ketahuan kalau kita cuma sok tahu doang, bukannya kita lebih malu tuh.
3. Berusaha tertarik dengan isi bacaan.
Waaaah!, kayaknya yang ini lebih susah nih. Mau mulai baca aja malesnya minta ampun, apalagi harus tertarik dengan isi bacaan. Nah! Waktu kita baca judul buku en lihat sampul/cover buku itu, kita perintahin otak kita buat mikir, kenapa ya judulnya seperti itu? Kenapa nggak pakai yang lain aja? Kenapa ya covernya kok bentuknya gitu? Kenapa ya kok ukuran bukunya segitu? Kenapa ya kok harus ambil tampilan sampul/cover yang seperti itu? Kenapa ya? Dan kenapa ya, lagi. Dan banyak lagi pertanyaan yang ada di otak kita. Nah kalau pertanyaan di otak kita aja udah numpuk cuma dengan ngeliat judul dan sampul/cover buku itu, kita jadinya penasaran, apa sih maksud buku ini?. Kalau kita udah penasaran, otomatis pengen tahu kan? Ya udah akhirnya kita baca deh tuh buku.
4. Mulai dengan yang ringan dan menghibur juga bermutu, tentu aja!.
Buku ringan itu biasanya berisi tentang hal-hal yang enteng, seperti kehidupan sehari-hari yang udah biasa kita lakuin. Dan biasanya buku yang ringan alias enteng ini bersifat menghibur. Menghibur bukan harus selalu terpaku pada comic atau buku yang selalu ada gambarnya, juga buku-buku yang bercerita lucu-lucu melulu (walaupun buku-buku itu bisa buat refreshing). Menghibur di sini, buku yang dimaksud adalah buku yang bisa bikin kita tertarik buat dilirik, dilihat dan dibaca en kita nggak perlu peras otak untuk bisa ngerti maksudnya, tapi buku ini tetep punya pesen moral yang ada di dalamnya.
5. Mulai dari diri sendiri.
Yup, perbuatan apapun yang akan kita lakukan tentunya akan kita mulai dari diri sendiri, apalagi itu perbuatan baik. Karena nggak adil banget kan kalau kita tahu-tahu minta orang lain melakukan sesuatu tapi kita sendiri belum pernah melakukannya bahkan nggak tahu apa-apa. Seru kan kalau orang-orang di sekitar kita juga punya ketertarikan juga dengan bacaan. Jadi program pemerintah yang menggalakkan membaca, karena membaca adalah jendela dunia tuh nggak nganggur gitu aja. Ok!.
6. Mulai sekarang juga.
Janganlah pernah menunda-nunda pekerjaan. Setuju banget tuh ama pepatah yang satu itu. Soalnya yang namanya menunda-nunda pekerjaan itu sama sekali nggak baik, apalagi pekerjaan itu nggak menyusahkan dan sangat bermanfaat. Kalau kita bisa ngelakuinnya saat ini, ya kita lakuin aja. Karena kita kan nggak tahu umur seseorang seberapa panjangnya, kalau kita tunda sekarang, dan alasannya besok, ya kalau umur kita sampai besok, kalau umurnya cuma sampai sepuluh menit setelah kita nunda pekerjaan itu, gimana coba?.
Oke, kayaknya cukup deh tips ‘n trick nya, semoga berguna dan bisa di amalkan. Amiin.
Menghindari Kemalasan
Rasanya banyak diantara kita yang punya “penyakit” suka menunda-nunda pekerjaan. Penyakit ini, yang sebetulnya adalah kebiasaan, seringkali disebabkan karena kita malas mengerjakan sesuatu. Malas bangun dari tempat tidur, malas pergi olahraga, malas menyelesaikan tugas kantor, dll.
Menurut penelitian, kebiasaan malas merupakan penyakit mental yang timbul karena kita takut menghadapi konsekuensi masa depan. Yang dimaksud dengan masa depan ini bukan hanya satu atau dua tahun kedepan tetapi satu atau dua menit dari sekarang. Contohnya saja ketika Anda malas dari bangun, Anda akan berkata dalam hati: “Satu menit lagi saya akan bangun”, tetapi kenyataannya barangkali Anda akan berlama-lama di tempat tidur sampai akhirnya memang waktunya tiba untuk siap-siap pergi ke kantor.
Kebiasaan malas timbul karena kita cenderung mengaitkan masa depan dengan persepsi negatif. Anda menunda-nunda pekerjaan karena cenderung membayangkan setumpuk tugas yang harus dilakukan di kantor. Belum lagi berhubungan dengan orang-orang yang Anda tidak sukai, misalnya.
Sayangnya, menunda-nunda pekerjaan pada akhirnya akan mengundang stress karena mau tidak mau satu saat Anda harus mengerjakannya. Di waktu yang sama Anda juga mungkin punya banyak pekerjaan lain.
Dalam beberapa hal, Anda pun mungkin akan kehilangan momen untuk berkembang ketika Anda mengatakan “tidak” terhadap sebuah kesempatan –Anda malas bertindak karena bayangan negatif tentang hal-hal yang memberatkan didepan.
Di artikel ini saya ingin memberikan beberapa tips untuk mengatasi rasa malas. Tips ini bisa Anda praktekkan di tempat kerja ataupun lingkungan keluarga:
Ganti “Kapan Selesainya” dengan “Saya Mulai Sekarang”
Apabila Anda dihadapkan pada satu tugas besar atau proyek, Anda sebaiknya JANGAN berpikir mengenai rumitnya tugas tersebut dan membayangkan kapan bisa diselesaikan. Sebaliknya, fokuslah pada pikiran positif dengan membagi tugas besar tersebut menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan menyelesaikannya satu demi satu.
Katakan setiap kali Anda bekerja: “Saya mulai sekarang”.
Cara pandang ini akan menghindarkan Anda dari perasaan terbebani, stress, dan kesulitan. Anda membuat sederhana tugas didepan Anda dengan bertindak positif. Fokus Anda hanya pada satu hal pada satu waktu, bukan banyak hal pada saat yang sama.
Ganti “Saya Harus” dengan “Saya Ingin”
Berpikir bahwa Anda harus mengerjakan sesuatu secara otomatis akan mengundang perasaan terbebani dan Anda menjadi malas mengerjakannya. Anda akan mencari seribu alasan untuk menghindari tugas tersebut.
Satu tip yang bisa Anda gunakan adalah mengganti “saya harus mengerjakannya” dengan “saya ingin mengerjakannya”. Cara pikir seperti ini akan menghilangkan mental blok dengan menerima bahwa Anda tidak harus melakukan pekerjaan yang Anda tidak mau.
Anda mau mengerjakan tugas karena memang Anda ingin mengerjakannya, bukan karena paksaan pihak lain. Anda selalu punya pilihan dalam kehidupan ini. Tentunya pilihan Anda sebaiknya dibuat dengan sadar dan tidak merugikan orang lain. Intinya adalah tidak ada seorang pun di dunia ini yang memaksa Anda melakukan apa saja yang Anda tidak mau lakukan.
Anda Bukan Manusia Sempurna
Berpikir bahwa Anda harus menyelesaikan pekerjaan sesempurna mungkin akan membawa Anda dalam kondisi mental tertekan. Akibatnya Anda mungkin akan malas memulainya. Anda harus bisa menerima bahwa Anda pun bisa berbuat salah dan tidak semua harus sempurna.
Dalam konteks pekerjaan, Anda punya kesempatan untuk melakukan perbaikan berulang kali. Anda selalu bisa negosiasi dengan boss Anda untuk meminta waktu tambahan dengan alasan yang masuk akal. Mulai pekerjaan dari hal yang kecil dan sederhana, kemudian tingkatkan seiring dengan waktu. Berpikir bahwa pekerjaan harus diselesaikan secara sempurna akan membuat Anda memandang pekerjaan tersebut dari hal yang besar dan rumit.
Saya harap tulisan ini berguna. Kemalasan merupakan sesuatu yang normal dalam hidup Anda. Karena dia normal maka dia pun bisa diatasi. Tiga tips diatas bisa menjadi awal untuk berpikir dan bertindak berbeda dari biasanya sehingga Anda tidak menyia-nyiakan kesempatan yang datang hanya karena malas mengerjakannya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar